Slideshow Image 1 Slideshow Image 2 Slideshow Image 3 Slideshow Image 4
beranda      kontak      link

Strategi Penanganan Sampah Rumah Tangga
Dinas Lingkungan Hidup Kab.Buleleng - 08 Jan 2010

REDUCING (Mengurangi Volume Pembuangan Sampah)

Mengurangi volume pembuangan sampah dengan membatasi keperluan sebatas kebutuhan, jika tidak terlalu dibutuhkan atau masih ada barang lain yang serupa dan masih bisa digunakan tidak perlu mengganti atau menambah barang yang lama. Dengan Reducing atau mengurangi ini dua manfaat sekaligus didapat Volume Sampah berkurang dan Hemat Biaya.

RECYCLING (Mendaur Ulang – dengan bantuan para pihak Industri)

Pada umumnya proses Recycling memang dilakukan di pabrik-pabrik atau paling tidak industri-industri rumahan. Walaupun demikian tidak menutup kemungkinan bagi Ibu-ibu rumah tangga atau Bapak-bapak yang memiliki rutinitas keseharian yang padat dapat berpartisipasi dalam tataran proses Recycling ini, yaitu dengan memisahkan antara sampah organik (yang berasal dari makhluk hidup) dan non organik (yang bukan berasal dari makhluk hidup), bahkan jika perlu memisahkan juga sampah B3 (zat kimia dan racun). Dengan memisahkan sampah sesuai dengan jenisnya akan memudahkan proses daur ulang, berikut ini adalah proses perjalanan recycling atau daur ulang ;

   1. Di tempat pembuangan sampah (TPS/TPA) para pemulung memilah sampah kering berdasarkan jenisnya diantaranya jenis plastic, kertas dan logam. Plastic, kertas dan logam terklasifikasi menjadi beberapa katagori, makin spesifik jenisnya maka makin mahal harganya.
   2. Setelah dipilah berdasarkan jenis dan klasifikasinya sampah-sampah tersebut di bersihkan dari kotoran atau sesuatu yang menempel bukan dari jenisnya, untuk plastik perlu di cuci, logam dan kertas cukup memisahkan saja. Sama halnya dengan proses pemilahan, semakin bersih sampah-sampah yang telah terklasifikasi, semakin tinggi harga jualnya.
   3. Proses berikutnya adalah pencacahan dan peleburan. Setelah sampah-sampah tersebut menjadi satu jenis (berdasarkan kebutuhan) dan bersih, proses berikutnya adalah pencacahan, pada umumnya proses ini tidak di lakukan pada sampah jenis logam. Pencacahan hanya dilakukan pada jenis plastik dan kertas, untuk jenis plastik padat pencacahan dilakukan dengan proses aerasi (menggunakan air) sebagai media peredam panas untuk menghindari proses pemuaian yag berlebih pada plastik. Untuk jenis kertas dan plastik lunak seperti kantung keresek dan jenis PE tidak membutuhkan air tetapi membutuhkan alat pencacah yang berbeda dan pisau (blade) yang lebih tajam memotong. Untuk proses pencacahan dengan air out put atau hasil cacahan mutlak harus kering jika tidak akan mengurangi nilai jual sesuai dengan kadar air dari hasil cacahan.

Peleburan adalah proses akhir dari daur ulang sehingga sampah-sampah yang tidak bermanfaat tadi bisa dijadikan bahan yang multi manfaat berdasarkan produksi. Hasilnya adalah biji plastik yang dapat di pergunakan untuk berbagai kebutuhan produksi, kertas daur ulang yang kualitasnya tidak berbeda dengan kertas bukan daur ulang, dan logam leburan yang memiliki kualitas ketahanan sedikit berbeda dengan kualitas logam dari alam, namun hal ini sepadan dengan nilai jual atau belinya yang begitu jauh marginnya.

Recycle sampah

Tidak hanya kelas pabrik atau home industri saja yang bisa melakukan proses recycling, rumah tangga juga bisa melakukannya bahkan bisa menjadi bisnis yang menjanjikan jika dikelola dengan management yang tepat. Seperti halnya pemilahan jenis plastik, kertas dan logam, apa susahnya memilah tiga jenis bahan utama industri ini, siapapun bisa melakukannya. Dengan sedikit pengalaman dan pengetahuan anda juga bisa membedakan klasifikasi berdasarkan kebutuhan industri.

Industri rumahan atau home industry bisa saja dilakukan dengan memproduksi berbagai kerajinan tangan atau membuka toko barang-barang antik.

RE USING (Menggunakan Kembali dan Memaksimalkan Manfaat)

Berpikirlah beberapa kali jika mau mengganti barang-barang lama anda, cukupkan informasi mengenai barang lama anda, apakah masih bisa diperbaiki, atau masih bisa dipergunakan untuk keperluan lain, misalnya ember bocor untuk komposting, selang bekas untuk menjemur pakaian, panci dan baskom bekas untuk pot dan banyak lagi hal lainnya. Hanya memerlukan sentuhan kecil, kreatif dan terampil semuanya akan menjadi lebih bermanfaat dan lebih indah. Siapa yang tidak mau disebut terampil dan kreatif, oleh karena itu Maksimalkanlah pemanfaatan barang-barang bekas anda dan panjangkanlah umur penggunaan barang-barang lama anda. Itu semua bermanfaat bukan Cuma untuk anda, juga untuk generasi dan alam lingkungan kita.

KOMPOSTING

Setelah berpanjang lebar mengenai sampah kering, bagaimana dengan sampah basah atau organik? Penjelasannya demikian. Yang Maha Kuasa dan Maha Pencipta menciptakan segala sesuatu lengkap dengan solusinya, jadi mudah saja rumusnya : “yang dari alam dikembalikan kepada alam dengan komposting dan yang berasal dari pabrik dikembalikan kepada pabrik sebagai Produsen.”

Cobalah untuk berpikir lebih simple dan rasional sehingga pemecahan problem sampah ini tidak menjadi sulit dan memerlukan biaya yang luar biasa besarnya. Seharusnya karena sampah adalah salah satu siklus alam (karena mustahil manusia atau makhluk hidup tidak menimbulkan limbah/sampah) jadi solusinya seharusnya mudah dan murah bahkan gratis.(http://agriloveearth.wordpress.com/)


ARSIP BERITA
04 Jan 2010 » Pemanasan Global, Penyebabnya, Dan Dampaknya
23 Des 2009 » Gelar Penghijauan di Danau Buyan dan TNBB
17 Des 2009 » Lima Ribu Pohon Ditanam Di Desa Bebetin
26 Sep 2009 » Pandangan Umum WALHI Jakarta Terhadap RUU Pengelolaan Sampah
09 Jun 2009 » Buleleng Dibanjiri Penghargaan Tingkat Nasional
06 Jun 2009 » Kembali, Bupati Bagiada Terima Trofi Adipura
19 Des 2008 » Ribuan Pohon Ditanam Di Tambakan
06 Nov 2008 » Ribuan Pohon Ditanam Di Buyan
10 Apr 2008 » Mengenal Lebih Jauh Tentang Pemanasan Global