Pasar Anyar Singaraja Terkesan KumuhOleh: Primayanthi - 11 Jan 2010
Masih utuh dalam ingatan kita bagaimana hingar bingarnya persoalan penataan Pasar Anyar, Singaraja pasca renovasi setelah sebagian bangunan pasar ludes dilalap si jago merah. Betapa pusingnya pemerintah mengatur para pedagang untuk dapat berniaga secara tertib agar tidak mengotori keindahan kota, khususnya Jalan Diponegoro yang sangat dibanggakan itu. Sebab katanya jalan Diponegoro merupakan ceminan ketertiban dan keindahan kota dan harus bebas dari
pedagang kaki lima (PKL). Polemik berkepanjangan mewarnai tekad pemerintah untuk menata kawasan disekitar pasar terutama Pasar Anyar I Singaraja yang berlokasi di kawasan jalan Diponegoro Singaraja. Sangat disadari penataan pasar merupakan gambaran karakter masyarakat. Pasar tempat bertemunya orang-orang dari segala lapisan masyarakat, tempat orang-orang melakukan transaksi jual beli keperluan sehari-hari. Pasar juga dapat difungsikan sebagai obyek wisata, dan pasar merupakan sumber pendapatan asli daerah (PAD). Pemerintah Daerah dengan segala upaya mencoba mewujudkan fungsi pasar secara maksimal. Begitu banyaknya dana dikucurkan untuk membangun pasar. Untuk menjamin keinginan pemerintah, akhirnya dengan persetujuan DPRD diawal tahun 2003, pemerintah meningkatkan UPT Pasar menjadi Perusahaan Daerah (PD) Pasar, yang tugasnya untuk mengatur ketertiban dan kenyamanan pengguna pasar terutama meningkatkan penerimaan daerah dari sektor pasar.
Kini, sekitar tujuh tahun berjalan, banyak pertanyaan tersimpan dibenak masyarakat Singaaja. Penataan Jalan Diponegoro apakah sudah sesuai dengan ketentuan? Apakah jalan Diponegoro yang notabene merupakan jantung kota dan kebanggaan masyarakat kota Singaraja sudah tertib, bersih dan indah? Sudahkah pasar yang dibangun berlantai 2 itu bersih, indah dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat, khususnya pada pedagang dan pengunjung? Sudahkah para pedagang ditempatkan sesuai peruntukannya? Sudahkah kepemilikan kios atau los diatur secara bijak dan adil? Sudahkah lingkungan disekitar pasar ditata dengan tertib agar tidak menimulkan polusi dan kesemrawutan? Masih banyak pertanyaan-pertanyaan kritis yang masih belum terjawab untuk kita cermati bersama.
beranda
kontak
link










